Bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi, berikut saya sajikan seperti apa dunia kuliah itu dan berbagai informasi yang mendukung lainnya agar tidak ‘kaget’ kelak:

SISTEM KREDIT SEMESTER
Sistem yang digunakan untuk kuliah adalah Sistem Kredit Semester (SKS) yang bertujuan untuk:
1. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalankan studinya dalam bentuk perencanaan beban studi secara terstruktur sesuai dengan waktu dan kemampuan masing-masing.
2. Memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk melakukan pemilihan program pendidikan yang sesuai dengan peminatan dan atau jenjang pendidikan tertentu.
3. Memberikan kemampuan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar untuk menyelesaikan studinya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
4. Memberikan kemungkinan dilakukannya sistem evaluasi belajar mahasiswa yang sebaik-baiknya.
5. Memberikan kemungkinan pelaksanaan perkembangan kurikulum sesuai dengan arah kemajuan informasi dalam masyarakat.

Pelaksanaan Sistem Kredit Semester yang dimaksud di atas mengikuti ketentuan sebagai berikut:
1. Setiap mata kuliah diberi bobot SKS bagi nilai beban kredit yang harus dikumpulkan mahasiswa sampai akhir semester.
2. Mata kuliah dengan bobot 1 (satu) SKS adalah pelaksanaan kegiatan setiap minggu yang terdiri dari:
* 50 menit tatap muka perkuliahan.
* 50 menit tugas mandiri (PR/Pekerjaan Rumah, meringkas buku, laporan, dan lain-lain).
* 50 menit kegiatan terstruktur (bimbingan, diskusi, dan lain-lain).
3. Bobot setiap mata kuliah telah ditentukan dalam kurikulum mulai dari semester pertama sampai dengan semester terakhir.
4. Lama perkuliahan untuk satu semester akan terdiri dari 14-16 minggu.
5. Beban studi yang dapat diambil mahasiswa dalam satu semester adalah rata-rata 18 sks dengan range 12 – 24 SKS.
6. Total waktu studi yang dibutuhkan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara reguler adalah rata-rata 3,5 tahun dengan range 3,5-7 tahun.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pendidikan diberikan dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:
1. Kuliah atau tatap muka terjadwal.
2. Tugas mandiri.
3. Praktek di laboratorium.
4. Diskusi atau seminar.
5. Praktek Kerja Lapangan/PKL pada perusahaan.

TATA CARA PENILAIAN
NILAI AKHIR SEMESTER
Penilaian akan keberhasilan proses belajar mahasiswa ditetapkan dengan pembobotan sebagai berikut:
* Kehadiran Mahasiswa: 0-5%
* Tugas Mandiri: 10-25%
* Nilai Ujian Tengah Semester: 30-40%
* Nilai Ujian Akhir Semester: 40-50%
—————————————————–
Total Nilai Akhir Semester: 100%

LAMBANG NILAI
Nilai Ujian yang diperoleh untuk tiap-tiap mata kuliah diterjemahkan dalam suatu huruf dengan ketentuan sebagai berikut:
Huruf : A
Nilai Angka : 80 – 100
Bobot : 4
Keterangan : Sangat Baik

Huruf : B
Nilai Angka : 68 – 79.99
Bobot : 3
Keterangan : Baik

Huruf : C
Nilai Angka : 56 – 67.99
Bobot : 2
Keterangan : Cukup

Huruf : D
Nilai Angka : 45 – 55.99
Bobot : 1
Keterangan : Kurang

Huruf : E
Nilai Angka : < 45
Bobot : 0
Keterangan : Tidak Lulus

Huruf : F
Nilai Angka : –
Bobot : –
Keterangan : Kehadiran Kurang

Huruf : T
Nilai Angka : –
Bobot : –
Keterangan : Tertunda

INDEKS PRESTASI
Indeks prestasi belajar mahasiswa (IP) dihitung dengan formula sebagai berikut:
P= (SKS x N) dibagi N SKS

Dimana:
* SKS adalah bobot SKS yang diambil mahasiswa pada mata kuliah yang bersangkutan.
* N adalah nilai yang diperoleh untuk mata kuliah.
* S SKS adalah jumlah SKS dari seluruh mata kuliah yang diambil.

Perhitungan Indeks Prestasi (IP) dilakukan setiap akhir semester baik untuk nilai IP dari semester yang bersangkutan maupun nilai IP secara kumulatif yang telah diperoleh hingga saat tersebut. Perhitungan Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Prestasi Kumulatif (IPK) dilakukan dengan formula yang sama dengan di atas, tetapi soal SKS yang diambil adalah berbeda.

Pada perhitungan Indeks Prestasi Semester (IPS) maka SKS merupakan jumlah SKS yang diambil pada semester yang bersangkutan, sedangkan pada perhitungan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), maka SKS merupakan total SKS merupakan total SKS yang telah diperoleh secara kumulatif (dari semester pertama sampai dengan semester saat itu).

BEBAN STUDI
Beban studi atau jumlah SKS yang dapat diambil pada semester telah ditentukan sebelumnya sedangkan untuk semester selanjutnya (setelah semester kedua) ditentukan oleh hasil yang diperoleh mahasiswa pada semester tersebut dengan memperhatikan nilai Indeks Prestasi Semester (IPS) sebagai berikut:
Indeks Prestasi : >= 3.00
SKS : 24 SKS

Indeks Prestasi : 2.50 – 2.99
SKS : 21 SKS

Indeks Prestasi : 2.00 – 2.49
SKS : 18 SKS

Indeks Prestasi : 1.50 – 1.99
SKS : 15 SKS

Indeks Prestasi : <= 1.49
SKS : 12 SKS

TATA CARA KELULUSAN (Yudicium)
Setelah mahasiswa berhasil menyelesaikan keseluruhan program, mahasiswa tersebut harus mendaftarkan namanya bagi Proses Penilaian Aktif (Yudicium), dimana semua hasil yang dicapai akan diperiksa ulang dan dinilai apakah memenuhi persyaratan akademis dari susunan mata kuliah yang diambil serta Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh.

Syarat keseluruhan program studi jenjang Strata Satu (S1) adalah sebagai berikut:
1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah >= 2.00.
2. Tidak ada nilai E.
3. Nilai Akhir MPK/Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian seperti Pancasila minimal C.
4. Nilai Akhir Mata Ajaran Inti minimal C.
5. Jumlah SKS yang sesuai dengan syarat kurikulum.

Indeks Prestasi : 3.50 – 4.00
Predikat : Lulus dengan pujuan (Cumlaude)

Indeks Prestasi : 3.00 – 3.49
Predikat : Lulus dengan memuaskan

Indeks Prestasi : 2.75 – 2.99
Predikat : Lulus dengan baik

Indeks Prestasi : 2.00 – 2.74
Predikat : Lulus dengan cukup

Indeks Prestasi : 0 – 1.99
Predikat : Tidak lulus

KEGIATAN AWAL PERKULIAHAN
Agar dapat mengikuti kuliah dan tercantum dalam daftar hadir mahasiswa untuk seluruh mata kuliah yang diikuti dalam tiap semester, tiap mahasiswa diwajibkan mengikuti alur kegiatan sebagai berikut:
1. Mengisi Formulir Pendaftaran Ulang serta membayar biaya pendaftaran ulang yang telah ditentukan. Pendaftaran Ulang harus dilakukan oleh seluruh mahasiswa baik mahasiswa yang akan aktif kuliah ataupun mahasiswa yang ingin mengambil cuti akademik pada semester yang akan dimasukinya.
2. Bagi mahasiswa yang akan aktif mengikuti perkuliahan, maka yang bersangkutan harus mengambil formulir kosong KRS (Kartu Rencana Studi) dari Bagian Administrasi Akademik dan Keuangan dengan menunjukkan tanda lunas pembayaran semester sebelumnya. Sedangkan bagi mahasiswa yang ingin mengajukan cuti akademik harus mengajukan permohonan tertulis kepada Puket I/Pembantu Ketua Bidang Akademik dengan persetujuan dari Ketua Jurusan yang bersangkutan, Bagian Akademik dan Bagian Keuangan untuk kemudian permohonan cuti tersebut diproses lebih lanjut.
3. Merencanakan pengisian KRS dengan bantuan Penasehat Akademik (PA), khusus untuk mahasiswa semester pertama dengan mengikuti petunjuk pengisian KRS bagi mahasiswa baru.
4. Menyerahkan kembali KRS yang telah diiisi kepada petugas pada Bagian Administrasi Akademik dan Perkuliahan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
5. Mendapatkan tanda bukti lunas pembayaran pendaftaran ulang dan satu lembar tembusan formulir KRS yang telah diisi.
6. Membayar Uang Kuliah untuk satu semester tersebut sesuai dengan ketentuan yang ada serta mendapatkan Surat Bukti Lunas Pembayaran Uang Kuliah.
7. Formulir KRS asli yang telah dicap tanda lunas oleh Bagian Administrasi Keuangan dan ditanda tangani oleh Bagian Administrasi Akademik.

KEGIATAN PERKULIAHAN
Jumlah masksimum per SKS per semester umumnya berjumlah 20 SKS dengan jumlah maksimum per mata kuliah sebesar 8 (delapan) mata kuliah. Tiap mata kuliah mempunyai bobot 2 (dua) sampai 4 (empat) SKS yang terdiri dari dari 14 – 16 minggu kuliah/tatap muka. Kegiatan perkuliahan untuk malam hari dilaksanakan antara pukul 17.00 s/d 22.00. Umumnya kuliah berlangsung dari hari Senin s/d Jumat dimana hari Sabtu digunakan untuk kegiatan praktikum dan kuliah-kuliah tambahan.

KEGIATAN EVALUASI/UJIAN
Dalam rangka menciptakan penyelenggaraan evaluasi mata kuliah, perlu diberlakukan tata tertib ujian yang diuraikan sebagai berikut:
KEWAJIBAN DOSEN/PENGUJI MATA KULIAH
1. Membuat soal ujian dan menggandakan sesuai jumlah peserta ujian dengan bantuan petugas dari Bagian Administrasi Akademik yang ditunjuk.
2. Wajib hadir pada pelaksanaan ujian dan/atau dengan dibantu oleh Petugas dari Bagian Administrasi Akademik yang ditunjuk.
3. Memeriksa hasil ujian mahasiswa, memberikan nilai sesuai dengan kriteria yang berlaku serta menyerahkan kembali hasil ujian tersebut kepada Bagian Administrasi Akademik selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah tanggal pelaksanaan ujian.

KEWAJIBAN MAHASISWA
1. Untuk Ujian Semester, mahasiswa hanya dapat mengikuti Ujian Akhir Semester setelah melunasi seluruh biaya pendidikan pada semester yang bersangkutan. Kepada mahasiswa yang belum melunasinya akan diberikan sanksi akademik berupa pelarangan mengikuti ujian atau pembatalan hasil ujian untuk seluruh mata kuliah pada semester tersebut.
2. Melaksanakan ujian sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tidak melakukan kecurangan.
3. Menerima sanksi yang ditetapkan sehubungan dengan pelanggaran tata tertib ujian yang terjadi.

ETIKA MAHASISWA
# Disiplin Kuliah
Selama mengikuti perkuliahan, maka mahasiswa:
1. Wajib berpakaian rapi dan sopan serta bersepatu tertutup pada saat mengikuti perkuliahan.
2. Wajib mengikuti perkuliahan dengan tenang.
3. Bertingkah laku yang sopan.
4. Dilarang merokok, membaca koran, dan melakukan perbuatan lain yang dapat menganggu jalannya perkuliahan di dalam kelas.
5. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada dosen yang mengajar tentang materi yang disampaikan mengenai hal-hal yang belum dimengerti dengan sopan dan tetap menjaga ketertiban kuliah.
6. Bila tidak dapat hadir karena sakit, maka mahasiswa wajib memberitahukan paling lambat satu minggu dari tanggal perkuliahan mata kuliah yang bersangkutan, dengan melampirkan surat keterangan sakit dari dokter dan fotocopy Kartu Mahasiswa ke jurusan atau bagian administrasi perkuliahan. Jika tidak ada pemberitahuan atau tidak lengkap berkasnya, maka mahasiswa dianggap tidak hadir.
7. Dilarang menandatangani daftar hadir atas nama orang lain. Bila petugas/dosen dapat membuktikan bahwa mahasiswa tidak hadir dan daftar hadir ditanda tangani temannya, maka sanksi akan diberikan kepada mahasiswa yang tidak hadir dan kepada mahasiswa yang menandatangani.

# Disiplin Lingkungan Kampus
Dalam rangka menjaga ketertiban kampus, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan di lingkungan kampus, yaitu:
1. Membawa senjata (api, tajam, dan sebagainya)
2. Merusak/merampas, mencuri, memeras milik orang lain termasuk barang-barang milik kampus.
3. Melakukan tawuran/perkelahian/pengeroyokan.
4. Menggunakan, menyimpan, dan mengedarkan narkotika dan obat terlarang.
5. Bermabuk-mabukan.
6. Berjudi ataupun sejenisnya.
7. Melakukan perbuatan asusila.
8. Melakukan hasutan, menyebarkan informasi yang merugikan nama baik seseorang, lembaga, golongan, ras, suku, dan agama.
9. Menganggu ketenangan belajar dan atau bekerja dalam kampus.
10. Melakukan kecurangan dalam ujian.
11. Menulis/Mencoret bangku/meja/dinding dan lain-lain milik kampus.
12. Memakai sendal.
13. Membawa hewan ke dalam kampus.
14. Makan tidak pada tempatnya.

Dalam mendukung ketertiban kampus, maka mahasiswa:
1. Wajib menjunjung tinggi nama baik almamater.
2. Wajib menghormati dan bersikap sopan terhadap pimpinan, dosen, karyawan, tamu akademis serta sesama mahasiswa.
3. Wajib memenuhi kewajiban keuangan dan akademis sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

# Penggunaan fasilitas
1. Wajib bertanggung jawab terhadap pemakaian semua fasilitas umum.
2. Wajib menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban suasana di tempat umum.
3. Dilarang merokok dalam kelas, lorong tangga, lorong kelas, dan tempat lain yang membuat polusi udara (kecuali di area bebas asap).

TATA TERTIB UJIAN
Untuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester berlaku ketentuan umum sebagai berikut:
1. Semua petugas dan mahasiswa wajib hadir 10 (sepuluh) menit sebelum pelaksanaan ujian. Petugas yang berhalangan dapat digantikan oleh petugas lain.
2. Petugas membagikan blangko kertas ujian dan daftar hadir mahasiswa.
3. Petugas menjaga terselenggaranya ujian dengan sebaik-baiknya dengan cara memberi peringatan dan petunjuk pelaksanaan yang dianggap perlu.
4. Mahasiswa yang terlambat hadir di ruang ujian setelah 30 (tiga puluh) menit ujian berlangsung, tidak diperkenankan mengikuti ujian dan wajib melapor kepada Bagian Administrasi Akademik.
5. Peserta ujian yang tidak membawa Kartu Peserta Ujian (KPU) diharuskan melapor ke Bagian Administrasi Akademik atau petugas ujian untuk mendapatkan ijin tertulis kesertaannya pada ujian yang bersangkutan.

SANKSI TERHADAP PELANGGARAN TATA TERTIB
1. Peserta ujian yang datang terlambat lebih dari 30 (tiga puluh) menit setelah ujian berlangsung, diharuskan mengikuti ujian serupa pada semester yang akan datang atau ujian susulan bila dimungkinkan.
2. Status penilaian bagi mahasiswa yang belum menyelesaikan kewajiban ujian karena sebab di atas atau sebab lain adalah TUNDA (T), yang harus diselesaikan sesegera mungkin.
3. Peserta ujian yang melakukan kecurangan akan mendapat nilai E untuk mata kuliah tersebut.
4. Peserta Ujian yang melakukan kecurangan sebanyak 3 (tiga) kali akan dibatalkan seluruh ujian yang diikutinya pada semester tersebut.

PENGUMUMAN HASIL UJIAN
Hasil setiap Ujian Tengah Semester (UTS) atau Ujian Akhir Semester (UAS) akan diumumkan kepada mahasiswa oleh Bagian Administrasi Akademik selambat-lambatnya 2 (dua) minggu setelah ujian dilaksanakan. Khusus ujian susulan dan atau ujian khusus lainnya, pengumuman akan mengikuti peraturan tertentu. Pengumuman hasil Ujian Akhir Semester (UAS) yang diumumkan merupakan nilai hasil proses belajar selama satu semester yang telah memperhitungkan pembobotan nilai yang telah ditentukan dalam tata cara penilaian. Mahasiswa akan mendapatkan Kartu Hasil Studi (KHS) berisi rincian dari mata kuliah yang diambil pada semester tersebut, bobot SKS, nilai akhir yang diperoleh serta Indeks Prestasi Semester (IPS) atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Kartu Hasil Studi (KHS) dibuat rangkap 3 (tiga) untuk disimpan oleh:
1. Mahasiswa
2. Penasehat Akademik (PA)
3. Bagian Administrasi Akademik

KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM
Praktikum di laboratorium diadakan sehubungan dengan mata kuliah yang berkaitan dengan penunjang dari beberapa mata kuliah, kegiatan mandiri mahasiswa, penyelesaian tugas akhir/laporan kerja praktik, dan kegiatan lain yang memerlukan laboratorium.
Mahasiswa yang akan menggunakan laboratorium, harus memenuhi peraturan sebagai berikut:
1. Terdaftar pada mata kuliah yang bersesuaian dan dapat dibuktikan melalui Kartu Rencana Studi (KRS) semester yang bersangkutan. Praktikum bagi mata kuliah tersebut akan terjadwal dan dapat dijumpai pada jadwal dikeluarkan oleh laboratorium.
2. Bagi kebutuhan pemakaian laboratorium yang tidak mengikuti jadwal mata kuliah disediakan, beberapa fasilitas dapat dipakai selama tidak digunakan untuk kegiatan lainnya.
3. Mahasiswa bertanggung jawab penuh terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh kelalaian dan kesalahan pemakaian.
4. Menggunakan laboratorium sesuai pedoman waktu pemakaian yang ditetapkan.

TRANSFER KREDIT
Transfer kredit diperbolehkan bagi mahasiswa yang baru yang berasal dari Perguruan Tinggi lain atau Jurusan lain dengan bobot mata kuliah yang sama. Persyaratan serta prosedur yang berlaku adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa sudah melunasi segala kewajiban pembayaran yang dibebankan padanya saat penerimaan.
2. Mendapatkan persetujuan dari Penasehat Akademik (PA).
3. Membayar biaya administrasi yang berlaku bagi transfer kredit.
4. Maksimal jumlah SKS yang dapat ditransfer didasarkan pada hasil evaluasi yang dilakukan oleh Bagian Administrasi Akademik.
5. Transfer kredit hanya ditujukan bagi mata kuliah yang mendapat nilai C ke atas.
6. Mengikuti prosedur lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

CUTI AKADEMIK
Cuti kuliah diperkenankan bagi mahasiswa yang mempunyai penyebab khusus, baik medis, ekonomi, maupun masalah keluarga dengan persetujuan Penasehat Akademik (PA) dan Bidang Akademik. Persyaratan yang harus dipenuhi oelh mahasiswa adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa telah aktif dalam perkuliahan minimal 2 (dua) semester berturut-turut.
2. Telah melunasi segala kewajiban pembayaran yang diberikan kepada mahasiswa.
3. Maksimum waktu cuti kuliah yang diberikan adalah 2 (dua) semester.
4. Membayar uang pendaftaran ulang sebelum cuti kuliah dimulai.
5. Memenuhi tata cara administrasi yang berlaku dengan segala sanksinya.
6. Mahasiswa yang belum kembali melapor atau mendaftar ulang setelah cuti kuliah, dinyatakan mengundurkan diri.
7. Masa cuti kuliah tetap diperhitungkan dalam batas waktu maksimal perkuliahan, yaitu 7 (tujuh) tahun.

Beberapa info tambahan lainnya yang mendukung baik secara akademis ataupun non-akademis:
1. Pintar-Pintarlah Dalam Bergaul
Dalam dunia kampus, anda dididik serba mandiri, bertanggung jawab, dan disiplin. Dalam bergaul/mencari teman, carilah yang membangun diri anda ke depannya, bukan sebaliknya.
2. Mencari Tempat Tinggal Sementara (TTS)/Kost
Carilah Kost yang tidak jauh dari lingkungan kampus, murah tapi berkualitas, dan perhatikan lingkungan serta kehidupan sosial di mana kost itu berada. Apakah mendukung diri anda secara positif atau malah sebaliknya.
3. Belajar Dengan Giat
Dunia kuliah jangan dipandang sebelah mata/diremehkan. Sangat berat. Saya bukannya menakut-nakuti ataupun berlebihan. Memang faktanya begitu. Belajarlah dengan giat untuk kelak kemudahan dalam menjalani tes/ujian, kerja praktik, dan skripsi/tugas akhir. Pada kerja praktik dan skripsi/tugas akhir adalah tugas yang dianggap paling serius, jika ada kesalahan sekecil apapun akan menjadi beban terberat anda, dengan kata lain, mengulang dari nol pembuatan kerja praktik ataupun skripsi/tugas akhir tersebut.
4. Sebisa Mungkin Untuk Urusan Cinta Diprioritaskan Nanti Saja.
Tidak ada yang melarang anda untuk mencintai/merasakan kehidupan pacaran, semua adalah konsekuensi diri anda dan pasangan, tapi ada baiknya jika hal yang satu ini, diprioritaskan nanti saja. Sekedar teman dekat boleh saja. Anda akan tahu kelak mengapa saya mengatakan hal ini diprioritaskan nanti saja. Sebagai studi kasus, teman saya semasa kuliah begitu giatnya belajar sehingga dikatakan oleh teman-temannya ‘kutu buku’ dan tidak mahir dalam urusan pacaran/cinta. Teliti punya teliti ternyata dimasa akhir kuliah/kelulusan, dia mendapat predikat cumlaude dengan IP 4.0/Mendapatkan Pujian. Setelah itu, begitu banyak perempuan yang mendekatinya untuk menjadi kekasih. Lalu, bagaimana dengan teman-teman yang mengejeknya? Mereka akhirnya menjadi pengangguran dsj karena tidak giat belajar dan berpacaran terus menerus dengan kata lain fun-fun saja semasa menjadi mahasiswa/i dulu. Menyeramkan bukan? Tuhan Maha-Mengetahui bagi mahasiswa yang berlaku positif dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan akan mendapat ‘hadiah’ atas kerja kerasnya selama ini pada akhirnya, dan sebaliknya.
5. Cari Info Sedetil Mungkin Mengenai Studi dan Kampus yang Anda Inginkan
Sedini mungkin cari secara mendetil mengenai studi dan kampus yang anda inginkan. Caranya? Langsung datang saja ke kampus yang anda inginkan, lalu pergilah ke perpustakaan, tanyakan kepada petugas perpustakaan apakah ada buku panduan untuk calon mahasiswa/i yang akan kuliah di kampus tsb (seharusnya ada). Bacalah dari buku tersebut secara detil mengenai berbagai info yang berhubungan dengan studi yang anda inginkan. Setelah itu, cobalah menjelajahi kampus tersebut, lalu telitilah satu persatu fasilitas yang ada, kebersihan, orang-orang di sekitarnya, lingkungan, dan keamanannya.
6. Manajemen Waktu dan Keuangan
Kelola/Manage dengan baik waktu dan keuangan anda, menjadi seorang mahasiswa berarti mendidik anda untuk menjadi individu yang berkualitas, bertanggung jawab, efektif, dan disiplin. Untuk biaya kuliah, anda bisa dengan cara kerja paruh-waktu/part-time job seperti bekerja di restoran, kantor, salesman dsj agar tidak terganggu dengan jadwal kuliah.

Demikian info dari saya. Semoga bisa menjadi referensi yang lengkap dan berguna untuk teman-teman calon mahasiswa/i kelak. Terima kasih.